"Tuhan, mengapa Engkau mau menerimaku kembali?"

"Aku telah melawan Engkau. Aku mempertanyakan penyelenggaraanMu. Aku tak percaya pada kuasaMu. Aku menganggap Engkau tidak adil."

"Aku sudah berbuat banyak dosa. Aku merasa malu dan hina di hadapanMu. Tapi mengapa Engkau menyelamatkanku?"

---

"Engkau tidak mengetahui isi hatiKu, anak."

"PutraKu mengajarkanmu, ia yang berutang paling banyak dan dibebaskan dari utang itu, ia jua yang paling bersukacita."

"Engkau yang menyadari dalam-dalam dosa-dosamu, engkau pulalah yang hendak Kuampuni."

"Sebab dari kesadaran dan pengampunan itu, hatimu akan merasakan sukacita yang amat dalam."

"Dan sukacita itulah yang akan menggerakkan hatimu untuk percaya bahwa engkau telah diselamatkan."

"Engkau layak diselamatkan, sebab Aku mencintaimu."

"Dan engkau yang merasa diselamatkan akan Kujadikan alatKu untuk membawa terang keselamatan ke setiap manusia yang engkau jumpai dalam hidupmu."

"Engkau akan menyentuh hati banyak temanmu."

"Engkau mendorong pikiran mereka untuk bekerja."

"Engkau akan menggerakkan tangan mereka untuk berbuat bagi sesamanya."

"Engkau, bersama dengan mereka, akan menjadi sarana keselamatan bagi orang-orang lainnya."

"Engkau akan menginspirasi teman-temanmu untuk berbuat kebaikan."

"Engkau akan membawa pengetahuan dan keceriaan kepada anak-anak."

"Engkau akan mengajarkan tentang kehidupan kepada mereka."

"Engkau akan mengenalkan mereka pada kekuatan besar bernama mimpi."

"Engkau akan menunjukkan kepada mereka bahwa nilai seseorang antara lain diukur dari sportivitas."

"Lebih dari itu, engkau akan mengetuk pintu nurani teman-temanmu, yang mungkin telah lama tertutup oleh kesibukan dunia, untuk menengok kembali nilai mereka sebagai seorang manusia, dan membantu mereka untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tentang apa yang bisa membuat mereka bahagia."

"Engkau telah membantu mereka menemukan jawaban itu: dengan berbagi kepada yang lain."

"Engkau akan menjadi sahabat, terutama bagi mereka yang dijauhi orang lain."

"Engkau akan membuka pintu menuju dunia yang sama sekali berbeda bagi para sahabatmu."

"Engkau akan menjadi sumber kegembiraan, kepedulian, dan perhatian di antara teman-temanmu."

"Engkau akan disayangi oleh mereka."

"Engkau akan menjadi penolong bagi keluargamu."

"Engkau akan menjadi teladan bagi adik-adikmu."

"Engkau akan mendorong seorang pria untuk mengeluarkan segala yang hidup dalam dirinya, untuk mencurahkan buah pikirannya, untuk mendorong kreativitasnya."

"Engkau akan mengenalkan keberanian kepada seorang pria."

"Engkau akan menggugah hati seorang pria yang terluka, untuk sekadar berani bermimpi menjadi manusia yang lebih baik: manusia yang berani merasa, yang bukan robot, yang sanggup menghadapi trauma masa lalu."

"Berawal hanya dari sebuah pertemuan, engkau akan menjadi inspirasi bagi seorang pria untuk melakukan banyak hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya, hingga melintasi benua."

"Bahkan di saat engkau merasa kesepian, engkau akan menyapa anak-anak jalanan yang sama pahamnya denganmu tentang arti kesepian."

"Dan engkau akan membawa seseorang kembali kepadaKu, menyelamatkannya untukKu dan untuk dirinya sendiri."

"Pada gilirannya, mereka semua akan berucap kepadaKu: 'terima kasih karena Engkau telah menghadirkan dia di tengah-tengah kami, di dalam hidup kami'"

"Akhirnya, Akupun berterima kasih kepadamu. Karena dari keselamatan yang engkau terima, engkau telah memenuhi visiKu untukmu: menjadi terang dan sumber keselamatan bagi yang lain."

"Engkau adalah terang, yang sesekali juga dapat meredup."

"Tapi jikalau engkau meredup, pulanglah ke pelukanKu."

"Karena Aku mencintaimu."

"Apapun keadaanmu."

"Selalu."

"Ingatlah itu."


***

Comments

Popular Posts