Belum lama, seorang rekan dengan bangga mengumumkan partai pilihannya pada pemilu legislatif yang baru saja lewat, sebuah partai yang digerakkan oleh orang-orang muda dengan idealisme. Meski partai itu gagal memperoleh kursi di parlemen pusat, yang berarti suara rekan ini gagal dikonversi menjadi suara di parlemen selama 5 tahun yang akan datang, sang rekan bangga karena telah mengikuti hati nuraninya dalam memilih.

Sementara itu, rekan lain yang juga bersimpati dengan partai yang sama dan sempat ingin memilih partai ini, pada akhirnya menjatuhkan pilihannya terhadap partai lain yang memiliki rekam jejak dalam memenangi pemilu (dan karenanya memperoleh banyak kursi di parlemen). Alasannya praktis: ia ingin suaranya terwakili di parlemen, tempat semua kebijakan yang memengaruhi hidup banyak orang, dibuat.

Apapun pilihan mereka, yang jelas mereka telah bersikap: menentukan pilihan dengan pertimbangan pribadi (bukan mengekor pertimbangan orang lain) yang akan mampu mereka pertanggungjawabkan.

Dari masa ke masa, dan terutama di saat-saat ini, itulah yang kita butuhkan di masyarakat: manusia dengan sikap yang dapat ia pertanggungjawabkan, manusia yang berani terjun dan larut ke dalam arus deras kehidupan tanpa terbawa hanyut olehnya, seekor elang yang terbang tinggi meski sendirian.

Cukup sudah masyarakat kita dipenuhi oleh "bebek-bebek".


***

Comments

Popular Posts