Menurutku, tak ada yang salah dari sikap memandang diri sendiri lebih baik dari orang lain, sepanjang sikap itu memenuhi dua syarat.

Pertama, sikap itu lahir dari penilaian jujur terhadap kualitas tertentu dari diri sendiri dan orang lain yang menjadi pembanding.

Kedua, sikap itu tidak dijadikan tujuan, melainkan sarana ke dalam dan ke luar.

Ke dalam berarti kita tidak menggunakan sikap itu sebagai kesimpulan bahwa kita sudah dan akan selalu baik sehingga tidak merasa perlu untuk terus mengembangkan dan memperbaiki diri. Alih-alih, kita menggunakan sikap itu sebagai energi pendorong untuk terus mempertahankan dan bahkan memperbanyak kualitas diri yang baik itu.

Ke luar berarti kita tidak menggunakan sikap itu sebagai kesimpulan bahwa kita lebih baik dari orang lain, melainkan menjadikannya sebagai motivasi untuk mendorong dan membantu orang lain untuk juga meraih kebaikan yang kita miliki, sehingga kebaikan itu dapat dialami oleh sebanyak mungkin orang.

Sebab, manusia paripurna tidak memandang manusia lainnya sebagai rival, melainkan rekan seperjalanan menuju tujuan akhir: meraih keutamaan hidup.



***

Comments

Popular Posts